Begini Gambaran Ekonomi RI Saat Ini yang Sempat Meroket

Begini Gambaran Ekonomi RI Saat Ini yang Sempat Meroket – Secara umum, pemulihan ekonomi global pada triwulan III 2021 melambat akibat melonjaknya permasalahan harian Delta Variant Covid-19 di banyak negara, termasuk Indonesia.

Begini Gambaran Ekonomi RI Saat Ini yang Sempat Meroket

Vanevdebakim – Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021 mencapai 3,51% (year-on-year/year-on-year), melambat kecuali jika dibandingkan triwulan II-2021 yang mencapai 7,07%.

Andrey Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, mengatakan keseharian varian Delta Covid-19, di mana pertumbuhan ekonomi triwulan III 2001 memaksa pemerintah menerapkan PPKM darurat/tingkat untuk mengurangi mobilitas. Dia mengatakan itu melambat karena peningkatan masalah. Dan tingkat keinginan nasional.

Baca Juga : Kebangkitan Ekonomi Indonesia Semakin Pasti

Andrey meyakini sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2021 adalah investasi ekspor neto (PMTB), ditopang oleh kuatnya permintaan global terhadap komoditas secara umum, terutama batu bara dan komoditas dengan CPO yang meningkat.

“Akibatnya, ekspor dan investasi di sektor pertambangan dan perkebunan meningkat pada kuartal III 2021,” katanya dalam laporan resmi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Muryani Indrawati mengatakan ada pemulihan yang kuat dari kegiatan ekonomi sementara ini sementara masalah Covid-19 sekarang meningkat.

Pada triwulan III tahun 2021, perekonomian Indonesia terpukul keras oleh serangan varian delta, seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Akibat dampak ekonomi pada kuartal III 2021, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih ditopang kuartal II 2021 yang tumbuh lebih dari 7%.

Sri Muryani mengatakan ekonomi kemungkinan akan pulih pada kuartal IV 2021. Dan pertumbuhan ekonomi hingga 2021 akan mencapai 3,7% hingga 4,5%.

Baca Juga : Cara Memenuhi dan Memuaskan Kebutuhan Pelanggan Anda

“Kuartal IV-2021 akan pulih kembali. Total sepanjang tahun mencapai 3,7% hingga 4,5% dengan poin 4%,” ujarnya.

Sementara itu, tahun depan, Sri Muryani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2022 diperkirakan mencapai level 5% hingga 5,5%, sejalan dengan kebijakan reformasi fiskal dan persetujuan DPR.

“Kami akan menggunakan DPR tahun depan. Estimasi 5,2%. Kami menyerukan untuk melanjutkan momentum dengan memperkuat fondasi Indonesia dan menjaga momentum berkelanjutan,” kata Sri Muryani. Ya.

Bahkan, kata dia, Indonesia harus siap hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 ini sekarang dan ke depan.

“Indonesia harus siap menghadapi epidemi pandemi. Hidup dengan epidemi memungkinkan kita untuk melanjutkan aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan yang kita jaga,” katanya.

Related Posts