Harga Minyak Turun Tipis Usai Sentuh Level Tertinggi

Harga Minyak Turun Tipis Usai Sentuh Level Tertinggi Harga minyak dunia tidak turun signifikan dari level tertinggi pekan lalu pada Rabu, menyusul Amerika Serikat (24/11). Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian investor mengenai efektivitas pelepasan cadangan minyak strategis di Amerika Serikat.

Harga Minyak Turun Tipis Usai Sentuh Level Tertinggi

Vanevdebakim – Minyak mentah berjangka Brent yang dikirim pada Januari turun 6 sen (0,07%) menjadi $82,25 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS pengiriman Januari turun 11 sen (0,14%) menjadi $78,39 per barel.

Baca Juga : Daftar Kenaikan UMP 2022 Seluruh Provinsi Indonesia

Seperti diketahui, Amerika Serikat telah menyatakan akan melepaskan jutaan barel minyak dari stok strategisnya untuk menahan kenaikan harga minyak.

Selain Amerika Serikat, China, India, Korea Selatan, Jepang, dan Inggris juga mencoba menurunkan harga setelah OPEC+ membatasi seruan untuk membawa pasokan ke pasar.

Jepang dilaporkan melepaskan ratusan ribu kiloliter minyak dari cadangan nasionalnya. Namun, Menteri Perindustrian Jepang Hagida Koichi mengatakan belum diputuskan kapan pasokan akan dilepas.

Baca Juga : Strategi Yang Dapat Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan beberapa negara lain tidak dalam posisi untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan minyak ke tingkat pelanggan saat ini.

Sementara itu, para analis optimistis kenaikan harga tidak akan berlangsung lama. JP Morgan Globe Commodities Research memperkirakan bahwa permintaan minyak global baru akan melebihi level 2019 pada Maret 2022.

Perhatian sekarang diberikan pada reaksi OPEC + dan apakah akan melepaskan cadangan minyak bersama-sama. OPEC + mengatakan tidak membahas penghentian peningkatan produksi minyak yang sesuai.

Sumber mengatakan kebijakan kelanjutan OPEC+ yang baru akan dibahas pada pertemuan minggu depan.

Related Posts