Hari Ini, Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Ke Rp 14.515 Per Dollar

vanevdebakim – Nilai tukar rupiah pada transaksi pasar spot Rabu (21/4) pagi tercatat Rp14.515 per dolar AS. Posisi tersebut turun 18 poin atau 0,12% dari Rp14.497 per dolar AS pada Selasa (20/4) sore.

Hari Ini, Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Ke Rp 14.515 Per Dollar

Rupiah Indonesia dan sebagian besar mata uang Asia lainnya telah terdepresiasi. Won Korea turun 0,39% terhadap dolar AS, peso Filipina minus 0,09%, baht Thailand minus 0,04%, ringgit Malaysia minus 0,03%, dan dolar Hong Kong minus 0,02%.

Namun, yen Menguat 0,16% dan dolar Singapura naik 0,07%. Di sisi lain, sebagian besar mata uang utama di negara maju sebenarnya menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada naik 0,05%, franc Swiss naik 0,04%, pound Inggris naik 0,04%, dan euro naik 0,02%.

Hanya rubel Rusia yang turun 0,06%, dan dolar Australia minus 0,03 persen dari mata uang negeri Paman Sam.

Meski melemah, analis pasar mata uang Ariston Tjendra memperkirakan saat ini nilai tukar rupiah Indonesia akan berfluktuasi di kisaran 14.460 rupee hingga 14.550 rupee per dolar, sehingga memperkuat nilai tukar. Kenaikan ini berasal dari keyakinan masyarakat bahwa imbal hasil sekuritas utang AS (yield) telah turun menjadi 1,55%.

Ariston mengatakan: “Faktor ini dapat mendukung penguatan rupiah Indonesia terhadap dolar AS.”

Selain itu, ekspektasi positif pasar terhadap pemulihan ekonomi global dan nasional juga berpotensi meningkat. Hal tersebut tercermin dari perbaikan berbagai data ekonomi, seperti aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, dan kepercayaan konsumen.

Meski begitu, rupee tetap perlu diwaspadai, karena perkembangan harian jumlah kasus Covid-19 masih bisa memberi tekanan ke depan. Menurut dia, jika tren pemulihan ekonomi Indonesia tidak stabil, rupiah masih bisa berfluktuasi ke depan.

Related Posts