Kemenag Keluarkan Aturan Untuk Menggelar Sholat Idul Fitri

vanevdebakim

Kemenag Keluarkan Aturan Untuk Menggelar Sholat Idul Fitri – Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan pedoman penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1442 H / 2021 M pas pandemi Covid-19 hari ini. Panduan sholat ini tertuang didalam Surat Edaran (SE) No. 07 tahun 2021 berkenaan Panduan Penyelenggaraan Sholat Sumpah menjadi tahun 1442 H / 2021 M pas pandemi Covid-19.

Kemenag Keluarkan Aturan Untuk Menggelar Sholat Idul Fitri

vanevdebakim – Menteri Urusan Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyebutkan petunjuk ini diterbitkan untuk menolong umat Islam menjadi aman didalam melakukan sholat sumpah dan untuk menolong negara menahan penyebaran Covid-19.

“Surat edaran ini menyesuaikan takbiran malam dan sholat Idul Fitri yang dikerjakan di masjid dan di lapangan terbuka,” kata Yaqut.

Baca Juga : Busyro Muqoddas Tolak Jaringan Radikal di Dalam KPK

Panduan ini termasuk pengaturan protokol kebugaran yang ketat didalam sistem shalat di masjid. Kemudian sang pemandu juga menyebutkan bahwa cuma lokasi dengan zonasi hijau dan kuning yang bisa menyelenggarakan sholat Idul Fitri di masjid atau ladang.

Selain itu, khutbah Idul Fitri dijaga agar selamanya pendek pas rukun khutbah tetap terpenuhi, maksimal 20 menit, serta mimbar yang digunakan untuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri di masjid dan di lapangan, agar dengan sekat-sekat transparan pada mereka diberkahi dengan pengkhotbah dan jemaat.

Berikut pedoman penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1442 H / 2021 M pas pandemi Covid-19:

Pertama, malam Takbiran menyambut Idul Fitri sebagai anggota berasal dari pemuliaan nama Allah menurut ajaran agama pada prinsipnya bisa dikerjakan di semua masjid dan Musalla dengan ketentuan sebagai berikut:

Diimplementasikan secara terbatas, maksimal 10% berasal dari kapasitas masjid dan musalla, dengan ketat mengikuti standar protokol kebugaran Covid-19, mis. B. memakai topeng, menjaga jarak dan menjauhkan keramaian.
Kegiatan takbir keliling pun ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.
Kegiatan takbiran bisa disiarkan secara virtual berasal dari masjid dan musalla, terkait ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musalla.

Kedua, shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H / 2021 M kudu dikerjakan di tempat dengan penyebaran COVID-19 yang tinggi (zona merah dan zona oranye) di rumahnya tiap-tiap sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas Islam lainnya. .

Ketiga, Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H / 2021 M cuma bisa dikerjakan di masjid dan lapangan di lokasi yang udah dinyatakan aman COVID-19 yaitu zona hijau dan zona kuning sesuai dengan ketentuan keputusan perundang-undangan. .

Keempat, didalam perihal melakukan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan, maka kudu mematuhi secara ketat standar Protokol Kesehatan Covid-19 dan perhatikan ketentuan sebagai berikut:

Sholat Idul Fitri dikerjakan sesuai dengan kerukunan sholat dan khutbah Idul Fitri yang diikuti oleh semua jemaah yang hadir;
Jemaah sholat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50% berasal dari kapasitas tempat fungsi menjaga jarak pada jamaah dan antarshaf.
Panitia Sholat Idul Fitri direkomendasi menggunakan alat pengukur suhu untuk memastikan kebugaran jemaah yang hadir.
Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang didalam suasana tidak sehat yang baru pulih berasal dari sakit atau bepergian, direkomendasi untuk tidak mengikuti salat sumpah di masjid dan ladang.
Seluruh jemaah hendaknya selamanya mengenakan masker pas shalat Idul Fitri dan pas khutbah Idul Fitri di masjid dan di lapangan.
Khutbah Idul Fitri disimpan sebentar sepanjang rukun khutbah tetap terpenuhi, maksimal 20 menit.
Mimbar tempat shalat Idul Fitri diselenggarakan di masjid dan di lapangan, kudu disempurnakan dengan pembatas transparan pada ustadz dan jemaah.
Usai mengucapkan sumpah, jemaah pulang dengan tertata dan menjauhkan berjabat tangan pas bersentuhan fisik.

Kelima, Panitia Libur Islam / Panitia Sholat Idul Fitri kudu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan tempat untuk Info standing zonasi sebelum shalat Idul Fitri dikerjakan di masjid dan di lapangan terbuka.

Keenam, pertemuan Idul Fitri agar cuma dikerjakan dengan keluarga dekat dan tidak dikerjakan kesibukan Open House / Halal Bihalai di kantor atau di masyarakat;

Ketujuh, kecuali terjadi perkembangan Covid-19 yang ekstrim, layaknya peningkatan angka COVID positif yang signifikan, mutasi varian baru virus corona di suatu daerah.

Related Posts