Luhut Ungkap Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Luhut Ungkap Tantangan Besar Ekonomi Indonesia Koordinator Investasi Maritim (Menko Marves) Rufut B. Panjaitan mengungkapkan situasi ekonomi dan lingkungan investasi Indonesia di masa Covid-19 kini menghadapi era baru. Namun tentunya dengan pertumbuhan ke arah yang positif.

Luhut Ungkap Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Vanevdebakim – Ia menjelaskan, periode baru ini akibat pandemi Covid-19 yang menginfeksi lebih dari 200 juta orang dan menewaskan lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramal Tak Capai 5 %

“Ancaman perubahan iklim semakin dekat. Perubahan geopolitik di seluruh dunia, terutama persaingan antara dua negara adidaya China dan Amerika Serikat. Di dunia yang semakin kompleks dan dinamis, saya salah satunya. Masih banyak yang lain. tantangan yang tidak bisa disebutkan satu per satu,” jelasnya.

Tantangan ini mungkin terdengar menakutkan, tetapi saya ingin mengajak kita untuk beradaptasi dan melihat potensi dari setiap tantangan yang kita hadapi.

“Kemudian, pasti saja, usaha pengendalian pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menerapkan reformasi perawatan kebugaran tanpa menyadarinya. Bentuk reformasi kebugaran lainnya termasuk area tidur, obat-obatan, melibatkan peningkatan kapasitas oksigen, dan perawatan kesehatan. pekerja,” ujarnya.

Baca Juga : PDIP Kembali Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Menko Rufut mengatakan penurunan tajam masalah ini berdampak positif pada situasi ekonomi, ditambah dengan realisasi impuls PEN lebih dari Rp150 triliun selama masa darurat/tingkat PPKM.

Untuk menggunakan berbagai kesempatan tersebut, pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha untuk memperbaiki lingkungan investasi. Yakni melalui penerbitan omnibus law yang memudahkan perizinan, memberikan insentif tambahan, dan memberikan kepastian hukum tambahan dari peraturan perundang-undangan sebelumnya yang cenderung tumpang tindih.

Pemerintah juga menyelesaikan berbagai sengketa investasi, menciptakan insentif khusus daerah, dan mengeluarkan ketentuan dan ketentuan perpajakan lainnya yang menguntungkan dunia usaha.

Related Posts