Megamas Manado, Potensi Sumber Daya dan Peluang Investasi

Megamas Manado, Potensi Sumber Daya dan Peluang Investasi Dengan letak geografis yang sangat strategis dengan berbagai potensi sumber daya dan peluang investasi, Sulawesi Utara sebenarnya siap ditahbiskan sebagai Gerbang Pasifik Indonesia.

Megamas Manado, Potensi Sumber Daya dan Peluang Investasi

Vanevdebakim – Bahkan, negara ini telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan utama (DSP): Manado-Bitung-Rikpan, daya ungkit ekonomi dan investasi kawasan.

Gubernur Sulut Olly Dond Kamby menyatakan berbagai proyek prioritas pembangunan, pengembangan pariwisata, dan investasi di berbagai sektor telah dirancang di bawah perlindungan penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saya menunjukkan.

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 39,34 Poin ke Level 6.636,47

“Pola pembangunan berkelanjutan dan kemudahan investasi di berbagai sektor untuk meningkatkan pariwisata akan dilaksanakan secara paralel dengan koordinasi pemerintah daerah/pusat dengan pemerintah daerah/pusat,” kata Olly 2016. yang menjabat, kata.

Sebagai acuan, Sulut mampu mencatatkan kinerja ekonomi yang atraktif pada triwulan III 2021, di angka 4,45%, setelah sempat menyusut 0,99% akibat dampak pandemi Covid-19 tahun lalu.

Melihat statistik, kinerja ekonomi Bumi Nyiur Melambai yang kuat ditopang oleh tren pemulihan di berbagai bidang bisnis, terutama di tiga sektor utama pariwisata, manufaktur, dan konstruksi.

Pencapaian ini tidak terlepas dari investasi yang bangkit kembali seiring dengan daya tarik DSP Manado-Bitung-Likupang. Khusus di Manado, ibu kota Sulawesi Utara, pemerintah daerah melakukan penyesuaian dan restorasi atraksi wisata dan investasi yang konsisten untuk mengendalikan perekonomian.

Andre Angouw, Walikota Manado, mengumumkan serangkaian program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan untuk mendukung penjualan ekonomi yang optimal.

Ia meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan merupakan aspek fundamental untuk mencapai sumber daya manusia yang berdaya saing untuk mendukung perekonomian, khususnya pembangunan perkotaan.

Kedua, dari sisi infrastruktur, penataan penting yang akan dilakukan Pemprov DKI dari segi ekonomi, termasuk investasi di Kota Manado, antara lain pesisir Malala Yousafza dan kawasan Manado Boulevard on Business (BoB). Sebagai referensi, BoB Manado merupakan pusat perdagangan yang dibangun di atas TPA dengan luas kurang lebih 67 hektar dan kini menjadi pusat perdagangan perkotaan hingga destinasi terpadu bagi wisatawan di Sulawesi Utara. meningkatkan.

Baca Juga : Tips Layanan Pelanggan Untuk Lebih Sukses Di Tahun 2021

Pengembangan BoB berikut telah dilakukan oleh banyak developer sejak tahun 1995. Salah satunya adalah Benny Tungka, pendiri PT Megasurya Nusalestari yang mendirikan kawasan bisnis terpadu yang dikenal dengan Megamas Manado. Sejauh ini, Megamas Manado merupakan kawasan regenerasi terbesar dalam lingkup BoB, dengan luas 36 hektar, mirip “telur emas” Kota Manado, dengan beragam atraksi bisnis dan pariwisata.

Amelia D, direktur Megamas Manado. Tungka mengatakan perusahaan secara konsisten menerapkan praktik konservasi dan pengembangan bersama bekerja sama dengan pemerintah daerah sehingga daerah-daerah berikut terus mengkatalisasi perekonomian Manado dan Sulawesi Utara secara umum: Dia mengatakan Megamas Manad berkomitmen untuk memiliki konsep integrasi wilayah yang mempromosikan penduduk Sulawesi Utara sebagai sumber lapangan kerja dan sebagai kawasan bisnis dan rekreasi yang positif bagi perekonomian Sulawesi Utara.

Berbagai fasilitas

Kawasan Megamass Manado memiliki jaringan operasi 18 kantor bank nasional, pusat perbelanjaan, hotel, rumah/apartemen vertikal, kafe, toko ritel, layanan hiburan, dan berbagai pusat kuliner. Daerah ini juga menawarkan layanan olahraga darat dan laut untuk keluarga dan segmen lainnya.

Amelia Katakan perkembangan kawasan Megamas Manado dengan bersama secara konsisten akan melengkapi perkembangan sebelum sebelumnya. Saat ini pengelola kawasan sedang membangun 600 ruko, yang 90% sudah terjual. Sementara itu, 70% lahan siap bangun (KSB) seluas 11 hektare disewakan kepada tenant restoran dan beberapa kafe besar yang dioperasikan sepenuhnya oleh brand nasional. Terletak paling depan di kawasan Megamass, dengan luas 3,7 hektar, Prime Area memiliki kawasan Megamass Lagoon dengan pemandangan laut 180 derajat yang menjorok ke laut. Kawasan ini merupakan tempat yang tepat untuk menikmati sunset sore hari.

Area berikut juga telah ditingkatkan bersama dengan layanan dukungan untuk memastikan kenyamanan dan kontrol pasokan listrik, air, keamanan, pemadam kebakaran, dan pemadam kebakaran. Kebersihan kawasan. Direktur Megasurya Nusalestari Irawan Handoko mengatakan, pengembangan Megamas Manado sejak awal memiliki arah untuk memicu kegiatan ekonomi terpadu dalam satu kawasan terpadu.

Dalam jangka panjang, lanjutnya, beberapa rencana strategis telah dirampungkan perseroan dalam pengembangan kawasan Megamas agar semakin dapat memenuhi kebutuhan investasi dan bisnis kota Manado. Pada saat itu, Megamas Manad memperkuat posisinya sebagai target investasi strategis di Sulawesi Utara. Hal ini didukung oleh kemudahan pemerintah daerah untuk mendapatkan izin. Kemudahan ini berlaku untuk investor asing dan domestik dari berbagai ukuran bisnis.

Related Posts