OJK Dirikan Satgas Keuangan Berkelanjutan

OJK Dirikan Satgas Keuangan Berkelanjutan Regulator keuangan Indonesia sudah membentuk satuan tugas keuangan terus menerus untuk lebih mengembangkan ekosistem keuangan terus menerus negara di bawah peta jalur lima tahun.

OJK Dirikan Satgas Keuangan Berkelanjutan

Vanevdebakim – Otoritas Jasa Keuangan, yang dikenal dengan singkatan lokal OJK, mengatakan gugus tugas terdiri dari 47 perwakilan dari pasar keuangan dan modal, juga bursa, lembaga jaminan sosial dan dana pensiun. Satuan tugas ini terdiri dari tim pengarah dan tim implementasi.

Baca Juga : Indonesia Menjajaki Pasar Potensial untuk Pemulihan Ekonomi

“Satgas ini memiliki tujuan untuk jadi wadah untuk mengkoordinasikan industri keuangan didalam mengembangkan ekosistem keuangan terus menerus di Indonesia,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso didalam keterangannya terhadap 8 Oktober.

Langkah berikut merupakan anggota dari Roadmap Keuangan Berkelanjutan Indonesia 2021-2025, cetak biru yang diluncurkan terhadap awal tahun yang memiliki tujuan untuk memperkuat ketahanan dan kekuatan saing sektor jasa keuangan.

Indonesia sudah mendorong maju untuk mengembangkan keuangan berkelanjutan. OJK menunjukkan negara berikut tahun selanjutnya menerbitkan obligasi terus menerus senilai US$5,5 miliar, kira-kira 43% dari keseluruhan obligasi terus menerus senilai US$12,8 miliar yang diterbitkan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Regulator lain di kawasan ini juga sudah mengambil alih beberapa langkah untuk menunjang keuangan terus menerus dan praktik lingkungan, sosial dan tata kelola.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Vasilitas Bagi Konsumen Penyandang Disabilitas

Baru-baru ini, pemerintah Thailand dan PBB terhadap 30 September bersama meluncurkan inisiatif yang disebut Thailand Berkelanjutan 2021 untuk menaikkan kesadaran di pada investor institusi dan bank untuk mobilisasi usaha mereka cocok dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Di Malaysia, regulator sekuritas mengatakan bulan selanjutnya bahwa masterplan pasar modal lima tahun yang baru akan, pada lain, fokus terhadap praktik manajer aset tentang pemanfaatan aspek berkenaan keberlanjutan didalam proses keputusan investasi, transparansi penyedia knowledge LST, sebagai dan juga pengungkapan dan tata kelola di pada lembaga pemeringkat kredit dan LST.

Di Singapura, bank sentral tahun selanjutnya meluncurkan Rencana Aksi Keuangan Hijau untuk mengubah negara kota jadi “pusat terkemuka untuk keuangan hijau di Asia dan global”. Juni ini, ia menunjuk lima manajer aset untuk $1,8 miliar ekuitas baru dan mandat obligasi yang berfokus terhadap perubahan iklim. Alokasinya berasal dari cadangan devisanya.

Related Posts