Pandemi di Indonesia Terkendali, Ekonomi Berhasil Pulih

Pandemi di Indonesia Terkendali, Ekonomi Berhasil Pulih – Dalam situasi pandemi COVID-19, bagian kebugaran menjadi prioritas utama. Namun, di sisi lain, perekonomian nasional terhitung sebagai hal penting yang tidak boleh ditinggalkan. Oleh karena itu, pemerintah telah mengambil solusi terbaik untuk menghadapi pandemi dan implikasi ekonominya.

Pandemi di Indonesia Terkendali, Ekonomi Berhasil Pulih

Vanevdebakim – Hal ini dilaporkan dalam UOB Economic Outlook 2022, yang berfokus pada pemberdayaan substansial ekonomi Indonesia oleh Presiden Joko Widodo untuk pemulihan yang lebih kuat.

Presiden telah menetapkan jumlah kasus dari 56.000 kasus pada 15 Juli 2021 atau jumlah kasus per hari saat Delta Variant masuk ke Tanah Air pada 13 September 2021 dengan metode pemerintah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Penduduk (PPKM). sehingga dapat dikurangi menjadi 2.577 kasus.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 Diprediksi Bakal Ganggu Rantai Pasok Global

Tren penurunan kasus harian berdampak pada penurunan okupansi rumah sakit. Saat ini, tingkat hunian tempat tidur (BOR) secara nasional tercatat sebesar 13,8%. Situasi kebugaran yang membaik tidak serta merta melemahkan penanganan pandemi.

Pemerintah juga mempercepat vaksinasi. Saat ini, setidaknya 72,76 juta orang divaksinasi dengan tingkat injeksi 42,2%. Percepatan vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memungkinkan mereka kembali beraktivitas.

Oleh karena itu, diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan berdampak positif bagi perekonomian nasional. Presiden melanjutkan, pemerintah juga menyumbangkan dana untuk memulihkan perekonomian nasional.

Pada tahun 2020, pemerintah menganggarkan sebesar Rp. Tercapai 695,2 triliun rupiah. 579,8 triliun. Selanjutnya anggaran tahun 2021 sebesar Rp. 744,75 triliun dialokasikan, rupiah. Semester I 2021 tercapai 305,5 triliun.

Baca Juga : Bisnis Tembakau, Cara Memulai dan Tips Sukses

Selain untuk merespon pandemi, pembayaran dana ditujukan untuk membantu masyarakat dan dunia usaha yang terdampak pandemi. Namun, perlindungan pemerintah tidak dapat memberikan dampak yang optimal tanpa sinergi bersama dengan sektor swasta. Karena itu, Jokowi mengajak dunia usaha, termasuk perbankan, untuk ikut serta dalam upaya mendorong perekonomian.

Sektor perbankan memegang peranan penting. Sebagai lembaga keuangan, perbankan perlu berani melakukan ekspansi dan mengarahkan kredit ke sektor riil. Perekonomian Indonesia tidak hanya akan pulih, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan lainnya untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 3,7% hingga 4,5% pada tahun 2021. Kami optimis ekonomi akan tumbuh sebesar 5,2% pada tahun 2022.

Perkembangan teknologi

Pada kesempatan yang sama, Vice Chairman dan CEO UOB Wei Chong menyampaikan bahwa kemajuan penanganan pandemi di Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Hal ini didasarkan pada munculnya peluang ekonomi nasional yang tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi. Konektivitas, digitalisasi, dan keberlanjutan dapat digunakan untuk mendorong pembangunan ekonomi. Selain itu, Indonesia memiliki generasi muda dan jiwa wirausaha, melek digital dan memiliki daya beli yang kuat. Indonesia juga berperan penting di kawasan ASEAN dengan menyumbang 60% dari total populasi, lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan pandemi tetap menjadi tantangan bagi perekonomian, namun UOB yakin perekonomian Indonesia dapat pulih lebih cepat. Hal ini berkat membaiknya permintaan domestik dan luar negeri yang di dukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Related Posts