Pemerintah Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai

Pemerintah Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian, menunjukkan pemerintah optimistis dengan tujuan pembangunan ekonomi tahun ini. Hal ini akan tercapai seiring dengan pemulihan ekonomi pada triwulan IV tahun 2021.

Pemerintah Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai

Vanevdebakim – Airlangga mengatakan Indonesia terus berkembang dan tangguh di tengah lonjakan isu Covid-19 pada kuartal III 2021. Alhasil, pertumbuhan ekonomi tercatat 3,51%, di bawah target pemerintah sekitar 4%.

Menurutnya, suasana triwulan III tahun 2021 memaksa pemerintah menerapkan Pembatasan Kegiatan Penduduk (PPKM) karena infeksi Covid-19 mencapai 574.000 masalah per hari. Meski demikian, perekonomian mampu bertahan, terbukti dengan pertumbuhan ekspor 29,16 persen dan impor 30,1 persen.

Baca Juga : Harga Minyak Turun Tipis Usai Sentuh Level Tertinggi

Ia juga mengatakan, perkembangan konsumsi rumah tangga erat kaitannya dengan mobilitas. Kini setelah semua negara bagian berada di Level 1 dan 2, pemerintah berharap penerapan protokol kesehatan dapat melanjutkan tren pembangunan ekonomi dalam situasi seperti itu.

Vaksinasi terus digalakkan, dengan target mencapai 40% pada vaksinasi kedua. Kami berharap pada akhir th. Tujuan ini dapat tercapai. Oleh karena itu, kami juga berharap dapat memobilisasi “gas dan rem” secara lebih setara,” kata Airlangga.

Airlangga meyakini munculnya berbagai indikator akan memperbaiki situasi ekonomi pada kuartal IV 2021. Bahkan, dia optimistis dengan tujuan pembangunan ekonomi tersebut. Ini datang dari pemerintah dan bisa dicapai.

Baca Juga : Strategi Yang Dapat Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 3,7% hingga 4,5% pada tahun 2021. Perkiraan tersebut direvisi dari perkiraan awal sebesar 4,3% karena pemerintah meyakini kinerja ekonomi dapat tumbuh lebih lancar.

Airlangga menilai banyak sektor yang menunjukkan ketahanan yang cukup baik pada triwulan III 2021 dan berlanjut hingga akhir tahun. Misalnya, industri manufaktur yang mencatat pertumbuhan pertumbuhan ekonomi di atas 3,68%, serta sektor pertanian dan real estate.

Sektor komoditas dan pertambangan tumbuh 7% pada triwulan III 2021 didukung oleh super cycle. Sejak itu, sektor medis telah tumbuh 14% untuk memenuhi tingginya permintaan fasilitas medis, setelah itu sektor perdagangan tetap di 9%.

“Kita sangat terbantu dengan super cycle dari kenaikan harga minyak, CPO, nikel, tembaga, aluminium dan karet. Oleh karena itu, ekspor kita, termasuk harga-harga komoditas tersebut, terbantu.” Kata Airlangga.

Airlangga juga telah menunjukkan bahwa pihaknya mendorong realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk melindungi daya beli. Tak tanggung-tanggung Airlangga meyakini realisasi anggaran PEN per Desember 2021 bisa mencapai 95%-100%, berdasarkan pengawasan pihaknya.

Hingga 5 November 2021, realisasi anggaran PEN hanya mencapai Rp456,35 triliun, 61,3% di antaranya disebabkan oleh batas atas Rp744,77 triliun. “Sebenarnya ada optimisme. Jika kita bisa menahan pandemi dan mempertahankannya hingga kuartal keempat 2021, kami berharap lebih banyak pembelian pemerintah pada kuartal keempat 2021,” kata Airlangga. Saya.

Related Posts