Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Pasca Covid-19 Efek Pariwisata

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Pasca Covid-19 Efek Pariwisata Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan III 2021 sebesar 4,51 persen. Telah direvisi sebesar -1,25% dibandingkan dengan situasi pada kuartal kedua tahun 2021.

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Pasca Covid-19 Efek Pariwisata

Vanevdebakim – Tekanan ekonomi Kaltim saat itu disebabkan oleh melemahnya sektor pertambangan akibat Covid-19 di seluruh dunia. Meski demikian, secara kumulatif, perekonomian Kaltim tetap tumbuh positif dan tinggi dibandingkan tahun 2020.

Baca Juga : Erick Thohir Minta BUMN Tranformasi Energi Bersih

Tutuk SH Cahyono, Kepala Bank Indonesia Kaltim, mengatakan perekonomian benua Etam mengalami kontraksi yang cukup signifikan setelah terdampak pandemi Covid-19 dan melemahnya produk domestik bruto (PDRB) sektor industri. Saya menjelaskan bahwa saya melakukannya. 2020.

Namun perlahan tapi pasti, perekonomian Kaltim mampu tumbuh dengan dukungan sektor andalannya. Menurut Tutuk, sektor tersebut terus tumbuh positif dan memegang andil besar dalam perekonomian Kaltim. Kinerja industri pengolahan dan perdagangan turun tajam akibat pembatasan aktivitas pada pertengahan triwulan III tahun 2021.

Menurut data Bank Indonesia, ekspor batu bara Kaltim pada triwulan III 2021 meningkat 19,56% (year-on-year), naik dari 11,45% (year-on-year) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan ekspor batubara di Kaltim disebabkan oleh peningkatan ekspor batubara ke China dan ASEAN, dengan pertumbuhan 135,87% (year-on-year) dan 4,05% (year-on-year).

Dia mengatakan, perbaikan kinerja pertambangan Kaltim dipengaruhi harga komoditas batu bara yang terus mencatat rekor tertinggi. Hal ini sejalan dengan tingginya permintaan batu bara akibat terbatasnya pasokan global.

Baca Juga : DPR Minta Sri Mulyani Pikir Ulang Naikan Cukai Rokok

Sayangnya, situasi ini juga menunjukkan bahwa Kaltim tidak bisa lepas dari ketergantungannya pada komoditas batu bara. Kontribusi pertambangan batubara terhadap perekonomian Kaltim mencapai 46,82%. Diperlukan upaya serius untuk menggantikan sektor yang semakin ditinggalkan ini.

Salah satu sektor terpanas dan terpanas adalah pariwisata. Sektor ini dengan usaha kecil dan menengah (UMKM) dinilai memiliki potensi besar dan berpotensi menjadi kapabilitas baru bagi perekonomian Kaltim.

Berbeda dengan pertambangan, pariwisata memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan yang komprehensif. Pembangunan melibatkan banyak pemangku kepentingan dalam berbagai disiplin ilmu. Dari bawah ke atas ekosistem.

Perlu adanya peningkatan ekosistem pariwisata yang baik yang didukung oleh konektivitas yang baik dan kualitas sumber daya penduduk lokal. Ekosistem yang perlu dikembangkan memiliki banyak aspek yang memerlukan dukungan berbagai pemangku kepentingan. Tidak cuma infrastruktur, namun juga budaya, keindahan alam, dan kehidupan sosial serta khususnya ekonomi masyarakat kaltim.

Related Posts