Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramal Tak Capai 5 %

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramal Tak Capai 5 % Bhima Yudhistira, Direktur Pusat Studi Ekonomi plus Hukum (Celios), memperkirakan perkembangan ekonomi pada kuartal III 2021 hanya bisa mencapai kisaran 3%. Pada triwulan IV, perekonomian diproyeksikan tumbuh secara bertahap seiring dengan pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan daerah (PPKM).

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramal Tak Capai 5 %

Vanevdebakim – Dia mengaku tidak bisa berharap banyak dari kuartal ketiga tahun ini. Hal ini disebabkan penurunan yang signifikan akibat penerapan PPKM darurat yang dimulai pada Juli, terutama konsumsi rumah tangga pada Agustus sebagai sumber utama pembangunan. Untuk sisa bulan September, konsumsi meningkat secara bertahap, meskipun ada potensi mitigasi.

Baca Juga : Bank Sentral Amerika Kembali Tapering, Bikin Ekonomi Ambyar

Bima juga memprediksi perkembangan ekonomi sepanjang tahun atau tahun ini berada pada kisaran 2-3 persen. “Jadi butuh waktu untuk kembali ke level sebelum pandemi,” katanya.

Di bidang game online, terutama  Situs slot online hal ini perkembang sangat pesat

Aspek lain yang mempengaruhi laju perkembangan ekonomi dalam negeri, lanjutnya, adalah aspek kepercayaan konsumen yang tergiur datang dari kesempatan kerja. Bima mengatakan pendapatan sebagian besar masyarakat kelas menengah bekerja sebagai karyawan, termasuk tidak mengalami pemulihan, kecuali kesempatan kerja optimal.

Meski demikian, masih ada harapan dari sisi ekspor. “Misalnya surplus perdagangan Agustus secara historis terlalu tinggi US$ 4,74 miliar. Namun perlu dicatat, meski kinerja ekspor justru membaik, aktivitas impor meningkat signifikan. Nah, ini termasuk hal-hal yang bisa dipersempit ke depan. ,” jelasnya.

Menurut dia, surplus perdagangan September mungkin tidak setinggi Agustus. “Sementara ekspor diharapkan bisa membantu, tapi pendorong lain termasuk harus diperhatikan,” kata pria berkacamata itu.

Baca Juga : Jenis Produk Obat-obatan dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal

Ia mencontohkan pendorongnya jika seperti belanja pemerintah. Bima menilai penyerapan belanja pemerintah sementara masih cenderung lambat. Hal ini tercermin dari persepsi Menteri Keuangan Sri Muryani yang mengeluhkan minimnya penyerapan anggaran di daerah dan masih banyaknya pemda yang masih menyimpan uang di bank. dinyatakan.

Dalam hal investasi, Bhima mengatakan upgrade tersedia. Namun, menurut dia, investasi ini bergantung pada kecepatan pemulihan dari konsumen rumah tangga.

Ia percaya bahwa apa yang harus ia lakukan sekarang bukan hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi yang positif, tetapi juga bagaimana mempertahankannya.

Itu bukan tanpa alasan. Bima menjelaskan bahwa ada banyak tekanan eksternal saat ini. Secara khusus, ada potensi berita default dari raksasa real estat China Evergrande, yang berada di ambang default.

Harus diwaspadai karena akan berdampak pada pemulihan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia. “Selain itu, beberapa ekspor Indonesia ke China sangat dominan, jadi itu yang perlu diperhatikan,” lanjutnya.

Related Posts