Pertumbuhan Ekonomi Melesat 7,07 Persen, Tapi Lapangan Kerja Kecil

Pertumbuhan Ekonomi Melesat 7,07 Persen, Tapi Lapangan Kerja Kecil Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai pertumbuhan positif 7,07% per tahun pada triwulan II tahun 2021 tidak dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian, penciptaan kesempatan kerja tidak semuanya pulih sesuai dengan laju ekonomi itu sendiri.

Pertumbuhan Ekonomi Melesat 7,07 Persen, Tapi Lapangan Kerja Kecil

vanevdebakim – “Melihat data Sakernas Februari, perkiraan saya tidak terlalu berdampak ideal terhadap penciptaan lapangan kerja, karena situasinya sebenarnya belum pulih dalam keadaan normal,” kata penanggung jawab BPS Margoyu Wono. Kuartal kedua 2021 hampir.

Baca Juga : Kementerian Investasi dan Gojek Kolaborasi Berdayakan UMKM

Pasalnya, Margo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 3,31% secara triwulanan. Kondisi ini masih lebih rendah dari tren pertumbuhan nasional triwulanan, yang terutama berkisar 4% pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19.

Sementara itu, menurut dia, peningkatan basis teknologi pada triwulan II-2020 minus 5,32%, sehingga pertumbuhan ekonomi tinggi hingga 7,07%.

Di sisi lain, Margo melihat, pada hakikatnya, pertumbuhan positif gagal menciptakan banyak kesempatan kerja pada kuartal II 2021 karena sektor dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi tidak tumbuh tinggi.

Berdasarkan informasi ketenagakerjaan Februari 2021, disebutkan bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia mencapai 29,59% di sektor pertanian, perdagangan 19,2% dan manufaktur 13,6%. Sementara itu, pertumbuhan ketiga sektor tersebut tidak mencapai tertinggi pada triwulan II tahun 2021.

Baca Juga : IHSG Diproyeksi Menguat Berkat Kinerja Apik

“Kalau dicermati berasal dari penyerapan energinya khususnya di sektor pertanian, industri dan perdagangan, bersama pertanian terhadap triwulan II pertumbuhannya paling kecil, industri jadi mengecil dan perdagangan membaik, yang berarti penyerapan tenaga kerja paling besar. sebuah industri.”

Tercatat, pertumbuhan sektor pertanian paling rendah sebesar 0,38%. Sedangkan sektor perdagangan sebesar 9,44% dan industri pengolahan sebesar 6,58%.

Sementara itu, BPS menyebutkan sektor yang tumbuh tinggi pada triwulan II adalah sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 25,1%, akomodasi dan makanan dan minuman sebesar 21,58%, jasa lainnya sebesar 11,97%, dan jasa kebugaran sebesar 11,62%.

Namun, pada Februari 2021, penyerapan tenaga kerja di keempat sektor tersebut hanya sekitar 6,99% untuk akomodasi dan makanan, 4,85% untuk jasa lainnya, 4,05% untuk transportasi dan 1,76% untuk jasa medis.

Related Posts