Target Pertumbuhan Pajak Dipangkas Jadi 6,5 Persen

Target Pertumbuhan Pajak Dipangkas Jadi 6,5 Persen Pemerintah lagi membuat perubahan prospek penerimaan pajak. Perubahan prospek mencerminkan sikap konservatif dan realistis pemerintah pada prospek ekonomi yang tersisa untuk tahun 2021.

Target Pertumbuhan Pajak Dipangkas Jadi 6,5 Persen

Vanevdebakim – Seperti diketahui, pada Juli otoritas fiskal mengambil keputusan target penerimaan pajak tahun ini menggapai rupiah. 1.176,3 triliun, meningkat 9,5% dibandingkan realisasi tahun lalu. Namun, didalam RAPBN 2022, prospek penerimaan pajak tahun ini hanya Rp. 1.142,5 triliun atau 92,91% berasal dari APBN 2021 yang menggapai Rp. 1.229,6 triliun.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Diproyeksi Hanya Bisa 3,8%

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan penerimaan pajak tahun ini akan menggapai 95,7 prosen dari target APBN 2021. Dibandingkan realisasi penerimaan pajak tahun lalu, prospek penerimaan pajak tahun ini cuman naik sebesar 6,5%.

Pemerintah, Departemen Keuangan didalam hal ini, tampaknya lebih realistis. Selain itu, penerimaan pajak hanya meningkat 4,9% sampai semester 1/2021.

Karena target dan beban pembangunan adalah 9,5%, maka pembangunan 4,9% sebelum revisi tentu bukan angka yang ideal. Sebab, terkecuali dihitung, untuk menggapai target tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kudu mengejar target peningkatan penerimaan pajak minimal 9,2% per bulan.

Jika ekonomi tetap meningkat, kita sebetulnya mampu menggapai target 9,2%. Namun, kebijakan Pembatasan Kegiatan Kependudukan (PPKM) pada awal triwulan III 2021 dipastikan perekonomian akan kolaps atau tidak sebaik hasil triwulan II 2021.

Baca Juga : Pertamina Temukan Sumur Migas Baru di Kepulauan Seribu

Prospek pesimis untuk penghasilan pajak berkurang gara-gara pemerintah cenderung tidak mengukur batang ketika mengimbuhkan insentif pajak. Oleh gara-gara itu, moderasi objek tidak mampu diterima, dan lebih-lebih terkecuali kekurangannya tidak begitu serius, tidak tersedia satu cara bagi pemerintah untuk safe selamanya.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, kita menggerakkan simulasi untuk menghitung penerimaan pajak terkecuali target pertumbuhan diturunkan menjadi 6,5%. Hasil simulasi membuktikan bahwa pemerintah kudu menggapai pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 8,1% untuk mengejar penerimaan pajak.

Soalnya, prospek ekonomi kuartal III 2021 sepertinya tidak begitu antusias, agar target senantiasa sangat optimis untuk dicapai. Apalagi belum mengerti kapan kebijakan PPKM akan berakhir dan kapan akan dilonggarkan.

Related Posts